Ayah dan Bunda,
Adalah kami yang tidak pernah request ingin dilahirkan dimana
Kami juga tidak pernah menyangka akan bertemu dengan ayah dan bunda
Karena kami yakin yang namanya ayah dan bunda adalah tempat terbaik dimana kami akan tumbuh dan berkembang
Kami tidak pernah tahu keadaan ayah dan bunda sebelum kami ada, apakah ayah dan bunda siap ketika kami benar-benar ada
Ayah dan Bunda,
Satu-satunya tempat yang kami tahu adalah rumah, tempat kami bermain, tidur, bangun, dan makan selama ini.
Kami juga tahu bahwa yang benar adalah yang ayah bunda lakukan, ayah bunda katakan
Kami sering bermain di luar, tapi kami pikir bahwa memang dunia kami masih ada di ketiakmu
Jadi perlakuan ayah dan bunda bagi kami adalah syurga atau sebaliknya, tak ada pilihan tempat yang lain, karena sekali lagi memang kami tidak bisa memilih
Ayah dan bunda,
Ayo kita berpetualang
Kami akan membuat perumpamaaan dulu tentang kami,
Ayah dan bunda bisa memanggil kami: Matahari, Bintang, dan Kejora
Ayah Bunda,
Tahu tidak kemarin, Matahari bangga sekali ketika ditanya, “Leh, tinggal neng endi?”
Dia langsung menunjukkan denah tempatnya tinggal, dengan sekali-kali slurp… slurp… angka 11 di bawah hidungnya naik dan turun.
Matahari itu, Ayah… Bunda… sangat berani, paling berani di antara kami
Dia sering sekali berpetualang
Dia berani kesana, kesana, kesana
Ada yang lain katanya, kami juga tidak tahu apanya yang lain,
Katanya asyik tapi kami takut mengikutinya
Matahari juga sering sekali mengabarkan banyak hal pada kami,
Dia punya sepeda Ayah… dia bisa menaikinya dengan cepat Bunda…
Katanya, “Gini loh….!”
Matahari juga sering menjelaskan pada kami, “Niki, punya mbake.”
Yang kami juga heran, dia mudah sekali berkat-kata dengan orang yang lewat atau orang dia temui, “Mbak….” Atau “Mau kemana Mbak?”
Ayah Bunda, Matahari itu tidak punya ayah dan bunda.
Bukan! Tapi ayah bundanya jauh, katanya kerja di tempat yang jauh
Dia jarang sekali ketemu dengan ayah dan bundanya
Kalau begitu hampir sama dengan Bintang dong Ayah Bunda…
Bintang juga tinggal dengan bunda, tidak ada ayah…
Mbak-mbak yang sering menyapa Bintang juga sering bertanya, dimana Ayah Bintang
Tapi Bintang punya Mbah,
Mbah orang yang asyik, Mbah sering cerita, Mbah juga ngajarin ngaji…
Mbah sering nanya tentang kue-kue yang dibuat bintang dari pasir dan buah jambu
Mbah orang yang asyik, Mbah sering cerita, Mbah juga ngajarin ngaji…
Mbah sering nanya tentang kue-kue yang dibuat bintang dari pasir dan buah jambu
Bintang punya truk yang besar, Dia sering menariknya dengan muatan macam-macam, ada buah… ada bahan pembuat kue, macam-macam deh…
Ayah Bunda,
Tapi Bintang sering sekali sakit, Bintang juga paling kurus, hehehe…
Bintang sering libur sekolah, dan sering digendong bunda kan…
Tapi Bintang sering sekali sakit, Bintang juga paling kurus, hehehe…
Bintang sering libur sekolah, dan sering digendong bunda kan…
Bunda, maafkan Bintang…
Bintang sering membuat Bunda teriak dan marah, hampir setiap pagi, sore, atau malam, tidak tentu waktunya…
Suara Bunda keras dengan muka bunda seperti ditekuk-tekuk…
Bintang takut… Bintang sedih…
Bintang juga jadi agak takut dengan Mbak, padahal Mbak tidak jahat dengan Bintang
Suara Bunda keras dengan muka bunda seperti ditekuk-tekuk…
Bintang takut… Bintang sedih…
Bintang juga jadi agak takut dengan Mbak, padahal Mbak tidak jahat dengan Bintang
Ayah Bunda,
Hanya Kejora yang bisa melihat ayah dan bunda setiap… hari…
Kejora jarang sekali ditinggal ayah dan bunda…
Ayah sering menemani Kejora bermain,
Bunda tahu… ayah kemarin masak-masak dengan Kejora di halaman
Kita duduk di tanah itu…
Hanya Kejora yang bisa melihat ayah dan bunda setiap… hari…
Kejora jarang sekali ditinggal ayah dan bunda…
Ayah sering menemani Kejora bermain,
Bunda tahu… ayah kemarin masak-masak dengan Kejora di halaman
Kita duduk di tanah itu…
Tapi kenapa sih sering sekali membuat Kejora takut
Kejora janji... Kejora diam, Kejora nggak nakal lagi, tapi Kejora nggak mau ditinggal di kamar mandi…
Ayah menutup kamar mandi itu, gelap….! Kejora takut…
Kejora juga nggak mau tinggal sama embek… embeknya dua lagi
Kejora nggak bisa keluar
***
Anak tangga kedua kita adalah membentuk keluarga yang islami, dan kita sudah diajarkan atau bahkan sudah mahir, membuat visi misi sebuah keluarga islami. Berwacana tentang keluarga islam yang ideal. Tapi seorang pengkritik akan lebih mudah melancarkan jurus-jurus lisan daripada harus bermain di lapangan kan? Betapa pentingnya niat, ikhtiar, do’a, dan ketawakalan.
Terima kasih Matahari…
Terima kasih Bintang…
Terima kasih Kejora…
Terima kasih Bintang…
Terima kasih Kejora…
Bismillah, Semoga Allah meridhoi…
Dan semoga barokah bagi Abi&Umahat tangguh kami
Kami bangga padamu, Subhanallah
Dan semoga barokah bagi Abi&Umahat tangguh kami
Kami bangga padamu, Subhanallah
Abu Hurairah menceritakan bahwa Nabi saw pernah bersabda, “Tidak ada seorang anak pun yang dilahirkan, melainkan dia dilahirkan dalam keadaan suci bersih, maka ibu bapanyalah yang menadikan Yahudi atau Nasrani atau Mausi.” Shahih Bukhari
.............................................................................
Postingan 14 Juli 2009 pk 6:28 am. Ini komentarnya:
creativeidea menulis on Jul 14, '09 lho? wah mis intonasi nih ^_^ maksud ane "... kondisi tetangga, akhi" akhi itu antum. dan tetangga itu tetangga ane |
ramarizana menulis on Jul 14, '09 *speechless* |
gara-gara layoutan yang terlalu bagus kayaknya.... ckckckk jaka sembung baya flafon.... gak nyambung, oon. |
creativeidea menulis on Jul 17, '09 syabli} berkata jaka sembung baya flafon.... gak nyambung, oon. waduh, layoutan pake disalah-salahin *peace* |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar