Pagi ini sengaja ku ketikan TM ON kirim ke 8999.
Lalu kucari BAITI JANNATI, seperti biasa mama menyapaku dengan hangat, "Assalamu'alaikum... gimana kak?"
Mengalirlah semua melodinya, mulai dari cerita kondisi papa, kondisi mama, kondisi tetangga, walimahan sepupuku wa deny, walimahan cik yanto, kondisi keluarga besar papa, lobi-lobi walimahan islami *tetep... dalam kesempatan apa pun harus sering diskusi masalah itu. biarpun waktunya nggak tahu kapan
*, walimahan sobatku dzaky, rencanaku 2 bulan ini, apa pun jadi topik pembicaraan yang hangat...
Sambil diselingi iklan dari para pembeli warung bude (maksute warung di rumah) yang masih kuingat: nenek, dhila, anaknya ibu yusibana. Ada juga iklan gonggongan anjing tetangga depan rumahku, dan bunyi mesin mobil yang dipanaskan. hehehe
maklum aja lah, biasa juga keadaan pagi hari.
Biarpun begitu tetap saja mengasyikan. nikmat
Keadaan mama sangat membuatku bisa menjalani hari dengan ringan, tapi ada satu hal yang membuatku tercenung, sudah beberapa papa sakit, malarianya kambuh.
Ya Rabb, lapangkanlah hatinya dan gugurkanlah dosa-dosanya.
Aku bisa merasai bagaimana beliau mencoba menyembunyikan rasa itu ketika aku berbicara dengannya pagi ini, dan aku tahu matahariku tetap mencoba menyinari relung hatiku. Aku tersenyum dan kuselipkan do'a seolah-olah aku sambil memeluknya erat, "syafakallah papaku."
Wahai Maha Mengabulkan do'a, kumerayuMU, perkenankanlah papa, mama, ade, dan aku tetap menjadi keluarga di jannahNYA.
Wahai Pemberi Kereta Kehidupan, perkenankanlah ridhoMU pada kami.
Jagalah kami tetap dalam naungan hidayahMU, agar ikatan darah ini semakin kuat dan mewujud menjadi ikatan Aqidah yang juga semakin liat. Amin
...........................................................................
Postingan 13 Juli 2009 pk 6:05 am. Komentarnya:

Jagalah kami tetap dalam naungan hidayahMU, agar ikatan darah ini semakin kuat dan mewujud menjadi ikatan Aqidah yang juga semakin liat.Amin 
Lalu kucari BAITI JANNATI, seperti biasa mama menyapaku dengan hangat, "Assalamu'alaikum... gimana kak?"
Mengalirlah semua melodinya, mulai dari cerita kondisi papa, kondisi mama, kondisi tetangga, walimahan sepupuku wa deny, walimahan cik yanto, kondisi keluarga besar papa, lobi-lobi walimahan islami *tetep... dalam kesempatan apa pun harus sering diskusi masalah itu. biarpun waktunya nggak tahu kapan
Sambil diselingi iklan dari para pembeli warung bude (maksute warung di rumah) yang masih kuingat: nenek, dhila, anaknya ibu yusibana. Ada juga iklan gonggongan anjing tetangga depan rumahku, dan bunyi mesin mobil yang dipanaskan. hehehe
Biarpun begitu tetap saja mengasyikan. nikmat
Keadaan mama sangat membuatku bisa menjalani hari dengan ringan, tapi ada satu hal yang membuatku tercenung, sudah beberapa papa sakit, malarianya kambuh.
Ya Rabb, lapangkanlah hatinya dan gugurkanlah dosa-dosanya.
Aku bisa merasai bagaimana beliau mencoba menyembunyikan rasa itu ketika aku berbicara dengannya pagi ini, dan aku tahu matahariku tetap mencoba menyinari relung hatiku. Aku tersenyum dan kuselipkan do'a seolah-olah aku sambil memeluknya erat, "syafakallah papaku."
Wahai Maha Mengabulkan do'a, kumerayuMU, perkenankanlah papa, mama, ade, dan aku tetap menjadi keluarga di jannahNYA.
Wahai Pemberi Kereta Kehidupan, perkenankanlah ridhoMU pada kami.
Jagalah kami tetap dalam naungan hidayahMU, agar ikatan darah ini semakin kuat dan mewujud menjadi ikatan Aqidah yang juga semakin liat. Amin
...........................................................................
Postingan 13 Juli 2009 pk 6:05 am. Komentarnya:
creativeidea} berkata
amin ya Robbal 'alamiin....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar