Senin, 05 Maret 2012

Laki-Lakiku

Lama sekali kutatap wajah itu
Lamat-lamat

Wajah yang berwarna putih dulunya, tapi sekarang berubah gelap
Kuperhatikan kulitnya, sedih aku melihatnya, sangat jauh berbeda
Dulu bersih dan putih. Sekarang gelap terpanggang matahari
Pandangan ini tiba-tiba memburam, menggenang seperti bendungan, yang siap jebol kapan saja



Harus cepat kuusap lensa ini
Jangan sampai dia terbangun
Jangan sampai dia tahu,
Kalau aku sedang memperhatikannya

Dia yang sangat unik dalam ungkapkan cintanya padaku
Dari lisannya jarang sekali terucap
Aku cintakan engkau, aku rindukan engkau, aku khawatir atas keadaanmu
Dia tidak seperti itu!

Rindunya, cintanya, khawatirnya
Sangat jelas tergambar dari tingkah polah pada pasangan hidupnya, walaupun semua rasa itu untukku
Sangat jelas tergambar dalam kesehariannya, tanpa aku tahu dan kadang tak kusadari
Sangat jelas tergambar dalam diamnya

Dia, ingin pastikan setiap harinya kami bisa makan makanan dan minuman nirwana
Dia, selalu khawatirkan keadaanku
Dia, memohon pada Sang Kuasa agar besok keadaanku akan lebih baik
Dia, lelaki pertama yang mengisi kisi-kisi hatiku
Buatlah dia bahagia, di jaganya di pejamnya

....................................................................................................

Ini tulisan yang lamaaa sekali, jauh lebih lama sebelum diposting di MP. Tapi tetap saja suka, tahu nggak sih proses di balik layarnya? Waktu itu papa sedang istirahat di ruang tengah, pas ngeliat wajah beliau sedang tidur spontan saja memperhatikan detil tubuh beliau. Terbayang perjuangan beliau, idealisme beliau, candaannya, keselnya, semua-muanya. Akibatnya beneran ada bendungan air yang hampir jebol. Untung aja nggak menetes ke wajah beliau.

Ketika posting di MP 31 Mei 2009, pk 8:16 am, judulnya bukan Laki-Lakiku, tapi Lelaki Pertama (http://creativeidea.multiply.com/journal/item/10/LELAKI_PERTAMA). Beberapa redaksi mengalami perubahan. Judul Laki-Lakiku baru ada pas posting di FB 26 April 2011 pukul 23:29.


ini komen2 di FB:

Imroa Sh Subhanallah..kaca bening ini kian memanas.seakan tak sanggup menahan,hingga begitu ingin pecah.. [so sweet hunny T.T] 27 April 2011 pukul 12:16

Afra Firdausi pecahkan saj, kau akan merasakan sensasix:) btw, blm ketemu jeh yg kmrn... LOL 27 April 2011 pukul 12:56

Zubeidah Nasar menyentuh bgt.. (28 April 2011 pukul 11:3)

Afra Firdausi syukron mb ida (30 Januari pukul 23:44)

Abinda Farros Al Minangkabawy satu dgn wujud yg berbeda : ananda dlm kepatuhannya jadi buah hati belahan jiwa - ibu dgn kebersamaannya dan sejuta suara suka cita serta tangisnya - ayah terkadang diluar defenisi cinta kebanyakan, karena ayah mencintai dgn cara yg berbeda, ya.. dgn caranya 31 Januari pukul 5:55

Syabli Muhammad kayaknya ini tuisan lama yang diarrange ulang bener gak mbak Afra Firdausi? 31 Januari pukul 6:44

Afra Firdausi syukron ust 31 Januari pukul 8:04


Afra Firdausi akh Syabli: coba lht aja ja tgl, mmg dah lama. ini mmg tulisan lama yg saya kumpulkan disini biar ndak hilang31 Januari pukul 8:05


Muhtar Gani Adem....31 Januari pukul 8:14 


Alvrie Anita Meilda ‎:-)31 Januari pukul 8:18


Yeni'arti Rachman Ayo Afra Firdausi seberapa lama tulisan ini dibuat... jangan sampai terlambat membuat 'laki-laki' itu bangga pada mu :)31 Januari pukul 14:05 


Afra Firdausi Allahumma amin mb yen.. smg bisa mengenalkanx pada mb yen sekeluarga, amin:) 31 Januari pukul 18:19


Afra Firdausi syukron akh Gani & mb Alvrie ^_^ smg bs berbagi keberlimpahan31 Januari pukul 18:21  







Tidak ada komentar:

Posting Komentar