Selasa, 26 Februari 2013

Surat Cinta Untukmu


Saudara-saudaraku,

Tahukah engkau ttg profil picture yang kupasang di lembaran ini? ku yakin kau mengenalinya :)

Selembar surat berwarna merah jambu, ya surat cinta. Selembar surat cinta untuk kau dan aku, muslimah Indonesia insya Alloh.

Surat cinta dari muslimah Palestina, dititipkan ke Bunda Yoyoh yusroh ketika lawatan beliau bersama anggota dewan qt 2009 lalu.

Seorang Jamilah Al Shanti, muslimah, 3 TO Palestina teratas oleh Zionis-Israel. Dia masih bebas hilir mudik di kota Gaza, berdakwah dan berjihad. Ketika bunda Yoyoh Yusroh bertanya, kenapa masih hilir mudik padahal dia termasuk TO.

Setiap peluru itu mempunyai nama (baca: tujuan), jika Alloh menakdirkan namanya di salah satu peluru, maka akan ada saatnya walau saya bersembunyi dimana pun, begitu pun sebaliknya. Jadi untuk apa saya takut. Begitu inti jawaban lantangnya.

Jamilah Al Shanti, seorang umahat kelahiran 1955 dengan 6 orang anak, istri dari Abdel Azis Ar-Rantisi, sudah berkali-kali keluar masuk camp pelatihan (baca: penjara) Zionis-Israel.

Selamat menikmati ikatan ukhuwah ini saudaraku, semoga Alloh berkenan menjaga kita.

................................................................................................

Bismillahirrahmanirrahim

Saudari-saudariku para muslimah di Indonesia…

Aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Amma ba’du…

Kami adalah saudari-saudari muslimah kalian di Palestina. Kami tumbuh di medan ribath dan jihad. Dan kami selalu berusaha untuk berpegang teguh pada agama kami yang agung, serta mendidik anak-anak kami untuk itu. Karena berpegang teguh pada agama Islam adalah (satu-satunya) tali keselamatan, berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam Surah Ali Imran:

“Dan barang siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agama, maka itu tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi.”

Karena itu, kami selalu berusaha untuk komitmen dengan al-Qur’an dan keislaman kami. Dan seperti itu pula komitmen pemerintahan Islam kami untuk menumbuhkan sebuah generasi yang selalu menjaga Al-Qur’an, serta melahirkan ribuan penghafal Kitabullah di setiap tahunnya.

Dari bumi Palestina,medan ribath ini, kami mengirimkan surat persaudaraan dari lubuk hati yang dipenuhi cinta kepada saudari-saudari kami di Indonesia. Melalui surat ini, kami haturkan rasa terima kasih kepada semuanya atas sikap dan dukungan mereka untuk anak-anak bangsa Palestina kami.

Melalui surat ini juga, kami mendorong mereka untuk selalu mentarbiyah (membina) anak-anak mereka dengan tarbiyah Islamiyah dan komitmen dengan Syariat Allah;

karena dalam itu semua terdapat pembinaan terhadap ruh dan jiwa, serta keteladanan terhadap akhlak Rasul kita yang mulia Shallallahu ‘ALaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang mulia. Perhatikanlah sahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika mengatakan:

“Janganlah seorang dari kalian meminta dari dirinya selain al-Qur’an. Sebab jika ia mencintai al-Qur’an dan mengaguminya, niscaya ia akan mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun jika membenci al-Qur’an, maka ia akan membenci Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Karena itu, siapakah di antara kita yang dapat menerima dirinya atau anak-anaknya menjadi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya yang kelak akan memberi syafaat kepada kita di hari kiamat?

Itulah sebabnya, saya membisikkan ke telinga saudara-saudara kami tercinta, kaum muslimin di manapun berada: “Kalian harus terus mempelajari dan menghafalkan Al-Qur’an, serta berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam. Sebab sesungguhnya siapapun yang menginginkan kemuliaan dengan Islam, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun siapa yang mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakannya.”

Semoga Allah selalu memberikan taufiq-Nya untuk kalian untuk mengikuti apa saja yang dicintai dan diridhai-Nya.

Saudari-saudarimu, para muslimah yang sedang berjihad di bumi Palestina
Gaza, 29/6/2010

-repost 19januari2012-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar