Hasil selancarku kali ini sembari ketak-ketik, Alhamdulillah ketemu banyak hal inspiratif. Emang dari kemarin nggak ketemu, gaswat dong. hehe... Pikir aja ndiri^^
Kenapa sih HAMAS itu menarik hati? Lho kok tiba-tiba ngomong HAMAS? Nah itulah inspirasi yg ketemukan kali ini. Sering sekali kita ngerasa gimana gitu kalau ngelihat, ngebaca, ngedengar sepak terjangnya HAMAS, iya nggak? (bagi yang ngerasa aja sih^^) Gimana gitunya itu bukan negatif lho, tapi positif. P-O-S-I-T-I-F
Biarpun yakin, mereka (baca:hamas) menarik hati itu karena mereka juga bekerja dan beramal dengan hati berbalut marifah keilahian yg kuat, liat, oks banget deh. Sudah dari sonox, sesuatu yang dimulai dari hati i.a akan sampai ke hati juga tho:) Tapi bukti dan tanggapan dari orang terdekat (sekitar Palestina, yang di luar ataupun yang di dalam), jarang banget terekspos dengan baik. Akibatnya, ada beberapa anggapan negatif ttg hamas, garis keraslah, ekstrimlah,tukang peranglah, ngeyelanlah (karena nggak mau damai dengan Zionis), dan istilah negaif lainnya.
Nah, tulisan hasil copas berikut membuktikan tentang mahkota HAMAS, knp mereka begitu memesona (semoga Allah selalu menjaga mereka). Dari musuh kita bersama (baca: Zionis) berita ini dituturkan.
Kata suhuku (inti kata-katax), "Berterimakasihlah dengan orang-orang yang benci padamu. Karena mereka pencatat, perekam, pengamat terbaik atas diri kita. So, garis tebal yang penting, save as dalam hati, dan lahirkan dalam bentuk amalan." Ok, insya Allah suhu (dimanapun engkau berada^^).
Inilah Sebabnya Hamas Dihormati dan Diapresiasi Rakyat
5/01/2011 09:36:00 AM | Posted by WASTUPAL
Islamedia: Seorang pakar Zionis spesialis utusan Gerakan Perlawanan Islam Hamas, Prof. Shaul Mehsal mengatakan, ada alasan yang membuat Hamas mendapatkan penghormatan dan apresiasi dari rakyatnya. Karena itu Hamas dipastikan akan mendapatkan kemenangan mutlak dalam pemillu mendatang, bahkan seandainya pemilu dilaksanakan hari ini dan tidak menunggu setahun lagi.
Hal tersebut dingkap Shaul Meshal dakam studi yang diterbitkan sebuah jurnal Israel "Strategic Assessment"yang dikeluarkan oleh Pusat Studi Strategi Zionis "Jaffa". Shaul adalah peneliti senior spesialis Gerakan Hamas sejak gerakan ini didirikan dan sudah menerbitkan sejumlah studi dan buku, yang paling menonjol adalah buru "Era of Hamas".
Shaul menyatakan, di antaranya alasan yang membuat Hamas mendapatkan pernghormatan dan apresiasi dari rakyat adalah bahwa dana yang didapat dari sahabat-sahabatnya juga dari para pendukungnya tidak dibagikan kepada para petinggi gerakan. Namun dibagikan untuk membayar gaji dan santunan kepada rakyat, serta untuk membiayai proyek-proyek keluarga miskin yang rumahnya hancur atau kehilangan pekerjaan.
Sebagai contoh adalah harga solar – yang berhasil diselundupkan Hamas melalui terowongan. Shaul menjelaskan, bahan bakar tersebut oleh pemerintah Hamas dijual kepada warga Gaza seharga 1,5 shekel (atau sekitar 0,3 dolar) per liter. Sementara di Tepi Barat solar dijual 6,5 shekel per liter.
Padahal, menurut Shaul, Hamas bisa menaikan harga solar sampai 5,5 shekel per liter. Namun pemerintahnya melarang memanfaatkan kondisi warga Gaza. Karena itu pihak pemerintah Hamas melakukan pengawasan dan pemantauan sangat ketat. Hal yang sama, ungkap Shaul dalam penetiliannya, juga terjadi pada bahan-bahan makanan dan lainnya yang masuk ke Jalur Gaza, semuanya dijual dengan harga murah dan tidak memanfaatkan kondisi warga.
Hal yang sebaliknya terjadi di Tepi Barat. Shaul menilai otoritas di Tepi Barat yang dikelola Fatah memanfaatkan warganya. Harga-harga pun dinaikkan, menambah prosentase keuntungan tinggi pada mobil, rokok, minyak bumi, bahan bangunan, bahan makanan, pakaian dan yang lainnya. Semua keuntungan, ungkap Shaul, masuk ke kantong para petinggi Fatah dan dinas keamanan. Hal ini membuat marah orang-orang di Tepi Barat akibat perlakukan Fatah. Semua itu, terang Shaul, akan berdampak kepada kecenderungan orang Palestina ketika mereka berangkat ke kotak-kota pemungutan suara. Karena itu dia memastikan Hamas akan menang.
Di bidang ekonomi, pakar Zionis ini menagtakan otoritas Tepi Barat telah menaikkan pajak dan cukai banyak barang. Tindakan itu diambil karena kepala pemerintah Tepi Barat, Salam Fayad, mengira bahwa dengan tindakan itu akan menciptakan kemandirian dan orang-orang Palestina tidak bergantung kepada negara-negara donor. Padahal yang ada dalam perhatian pengusaha Palestina adalah meningkatkan pemasukan, hal itu akhirnya berdampak kepada daya beli rakyat Palestina dan akhirnya marah atas kebijakan tersebut. Kebijakan yang gagal ini akan menyebabkan kemenangan bagi Hamas.
Shaul menambahkan, ada banyak faktor yang menyebabkan kemenangan Hamas selain faktor-faktor ekonomi. Di antaranya adalah kebijakan dinas keamanan otoritas Tepi Barat, yang semakin membuat rakyat Palestina ketakutan dan tidak bisa menciptakan keamanan buat mereka. Dinas keamanan Tepi Barat telah memerangi kebebasan, melarang demonstrasi dama dan terus melakukan penangkapan terhadap para pendukung Hamas sehingga menimbulkan kebencian dan ketidak tenangan.
Dengan semua itu, ungkap Shaul, yang paling diuntungkan dari rekonsiliasi Palestina saat ini adalah gerakan Hamas. Karena gerakan ini akan tetap menjadi penguasa di Jalur Gaza sebelum dan sesudah pelaksanaan pemilu mendatang. Hamas, menurutnya, akan tetap berkuasa karena mendapatkan penghormatan dan apresiasi di Jalur Gaza meskipun mengalami blokade. Namun di saat yang sama otoritas Abbas tidak mendapatkan penghormatan dan apresiasi yang sama di Tepi Barat. (pic/was)
Tegalrejo, 1 Mei 2011

Tidak ada komentar:
Posting Komentar