Selasa, 12 November 2013

SUARA TAK PERNAH HILANG

SUARA ITU TAK KAN PERNAH HILANG. dia hanya mengecil frekuensinya untuk bisa didengar oleh kita, manusia... itu ilmu yang kudapat ketika sekolah... guruku kembali menerangkan, suara soekarno dan bung hatta ketika memproklamasikan kemerdekaan negara ini juga tak akan pernah hilang.

Wauw... aku terpesona penjelasan guru-ku tersebut. seingatku pelajaran ini pernah disinggung sedikit-sedikit ketika ku sekolah dasar. tetapi semakin mendalam ketika tingkat pertama dan tingkat atas. dan entah kenapa aku mematung dan merespon cepat ketika tingkat atas... sungguh memesona. guru dan cara menerangkan... hmm...keduanya memesonaku dulu :D sekarang juga masih tetap dung :D

Coba merefleksikan saat ini... sungguh kalimat tersebut bisa membuat ku terdiam, bahkan mematung. salah satu kalimat yang sepersekian detik dapat meruntuhkan kesombongan diri sekaligus menginspirasi diri... berkatalah yang baik atau diam, begitu juga Rasulullah ajarkan.

ketika membayangkan ini, keringat dingin bisa langsung keluar dan pucat pasi. betapa tidak, apa jadinya ketika manusia dengan izin Allah menemukan alat yang mampu mendeteksi suara yang sudah tak terdengar itu... padahal diri ini... hmm...tak seberapa amalnya, itu pun belum ada jaminan diterima atau tidak. padahal ucapan kasar, umpatan, makian, hardikan, keluh kesah, cibiran mungkin saja telah menutupi kulit bahkan bertingkat-tingkat.

BERHENTI! tapi kita tak kuasa menghentikannya. itu baru di dunia, yang sangat tak seberapa. masih ada akhirat... dimana Allah yang punya Kuasa... Allah mampu membeberkan sedetil mungkin, setiap detik apa yang diri ini lakukan. Apa jadinya? di saat semua manusia berkumpul... jangan bayangkan hanya satu kelas, satu rt, satu kabupaten loh... ini semua manusia dari awal penciptaan... Astaghfirullah... :'(

Betapa takutnya diri. sangat memalukan pasti. Yup... memang sangat memalukan! tapi di samping itu, ada satu cahaya harapan. Bahwa ternyata Allah sangat senang dengan hambanya yang bertaubat, taubat sebenar-benarnya. Pintu itu Allah buka sampai Allah memanggil diri ini, mencabut ruh dan memperjalankan ke fase setelah dunia. Allah juga akan melindungi aib diri ini ketika ku lindungi aib saudaraku di bumi ini. dan Allah telah kabarkan di nama-namaNYA. bahwa Allah juga Maha Pengampun, Penyayang, Allah adalah sebaik-baik tempat penjagaan... Allah tidak akan dzalim kepada mahlukNYA ^_^ Rahmat Allah sangat besar, sampai ku tak sanggup memikirkan besarnya ^_^

Hmm... boleh saja diri ini takut tentu saja berbalut harap. tekan tombol Refresh! azamkan pantang berkata sia-sia! Ayo... berkatalah yang baik atau diam! Ayo... bersegeralah wahai diri ke dalam ampunan Allah! Susah...? Ya pasti ada kerja kerasnya toh. Sedikit demi sedikit tak papa :D Tapi terus menerus dan berkekalan :D Semaangaat ^_^

Argomulyo, 29/10/13

Wardah 327

wardah 327... hmm, hadiah spesial dari Allah untukku. di waktu yang spesial. ada fragmen sejarah dasyat yang melatarbelakanginya... pembuktian cinta Nabi Ismail dan Nabi Ibrahim yang mengguncang Arsy Allah... ketaatan yang jadi kebutuhan memang pembuktian cinta yang aduhai... sempurna dan memesona. biarpun ketaatan itu tidak berpengaruh pada kebesaran nama Allah. tapi Allah tetap memuji pembuktian cinta tersebut...

kembali ke wardah 327. aku juga merasa Allah menghadirkan banyak sekali hadiah yang kontan, langsung di depan mata. Duhai Allah, di saat orang lain mengorbankan yang terbaik darinya, KAU malah berikan diri ini hadiah tiada tara... betapa malu diri ini.

banyak sekali guru-guru yang berdatangan tanpa kuminta. Allah yang menggerakkan kaki-kaki, jemari-jemari, dan lantunan doa-doa itu... tampak maupun tidak.

Tak bisa kututurkan satu persatu... hanya maaf dan terima kasih yang dapat terucap. Jazakumullah khoir. Semoga Allah-lah yang membalas dengan sebaik-baiknya pembalasan, penjagaan, dan perjamuan.

Allahumma aamiin

Argomulyo, 29/10/13

Ketika Mata Tak [Belum] Bisa Terpejam

Hhh... Ketakutan seseorang yang matanya belum bisa terpejam adalah jatuh dalam kesia-siaan, atau lebih jauhnya jatuh dalam kemaksiatan. 

Karena dalam "kesendirian" itu adalah pembuktian sebenar-benarnya.

Ketika tak bersama kerabat, tak bersama sejawat, peluang untuk meng"apasaja"kan terbuka lebar.

Harus kuatkan pegangan, kuatkan tali kekang.

Agar lulus! Agar berhasil di fase Tak [Belum] Bisa Terpejam ini.

Habis satu pemenuh harus ada pemenuh bermakna lainnya.

Bosan dengan abjad harus beralih ke dalam angka dan
mbol...

Yang penting harus ada kebermaknaan yang dieja.

Lebih mudah menata wajah, kata, dan hati ketika bersama.

Maka "kesendirian" menjadi pembuktian penataan wajah, kata, dan hati hanya sekadar fondant atau isi...

Banyak-banyaklah meminta dengan sangat wahai diri...

Kepada Yang Maha, agar berkenan menetapkan cinta ini di keramaian dan kesendirian.

Senantiasa...

Hingga perjumpaan tersebut menjadi menyenangkan tak terkira.


Argomulyo, 24 Oktober 2013 02:23

Minggu, 14 April 2013

Hai!

Kepada mahluk... Mencintailah sekadarnya
Membencilah sekadarnya

Kepada mahluk...sandarkan hanya padaNYA

Karena Allah sanggup bolak-balikkan hati begitu saja
Karena sikap kita yang terlalu bersemangat u mencintai atau membenci itu....
Membahayakan!
Karena sikap kita yang tiba-tiba bersemangat atau lesu...
Membahayakan!

Allah telah jelaskan Teguh pendirian...Berkelanjutan tanpa henti....Afiliasi....dan Komitmen adalah kerja panjang, yang butuh nafas panjang... dia butuh semangat berbuat tanpa henti...

Karena Allah telah Setting (engkau) Berharga


jika kamu belum bisa untuk menata dirimu sendiri
janganlah mencoba untuk menata diri orang lain.

Setelah membaca status salah seorang aktivis dakwah dengan redaksi seperti di atas. Tergelitik hati untuk berkomentar, hanya karena ghiroh (rasa cemburu itu muncul) terhadap dien ini.

Hmm... coba deh kita kembalikan ke tujuan hakiki itu sendiri, Allah swt, tak perlu kita pikir orang lain spt apa, akan Ada sensasi yang membahagiakan ketika kita jatuh dan bangkit. Tak kan ada habisnya ketika diri ini sibuk hanya  menata diri, Tak kan ada habisnya juga ketika bertujuan kepada selain Allah, ada saja yang kurang.

Menata orang lain (soleh sosial) adalah bagian ikhtiar untuk senantiasa menata diri sendiri (sholeh pribadi). Dan menata diri sendiri adalah bagian kita memperbaiki kualitas kita untuk menata orang lain. So...Keep moving :) Semaangaaat… :D Allahu’alam

Sebenarnya apa saja sih peranan kita seorang muslimah??? Apa yang penting baiiiik pribadi dulu tanpa berkontribusi untuk umat (masyarakat)? Atau yang penting masyarakat dulu deh, diri ini ntar-ntar aja? Ataukah kedua-duanya berjalan?

Ternyata di dalam Islam sendiri, bagi seorang muslimah tidak dikenal fungsi ganda ataupun fungsi superior dan interior apalagi ordinat dan subordinat. Melainkan hanya mengenal fungsi Asasi dan fungsi kontemporer.

Apa saja fungsi asasi muslimah? Yaitu sebagai seorang hamba Allah, anak, istri, ibu, dan anggota masyarakat. Nah, kelima hal tersebut melekat dalam diri seorang muslimah tanpa terkecuali dan tanpa kita minta. Sudah dari sono, bahasa sekarang mah :D

Nah, ketika Allah memberikan kelebihan pada muslimah. Muslimah bisa memilih peran kontemporernya, peran yang diharapkan dapat mengoptimalkan peran asasinya. Sebagai apa saja peran kontemporernya tersebut? Muslimah bisa memilih menjadi mutsaqqafun (cendikiawan), mutkhashishun (spesialis), mudarrabun (pelatih), atau mujahhazun (praktisi).

Bagaimana menjalankan fungsi tersebut? Kata ustdazah Anis Biyarwati kemarin ketika beliau ditanya salah satu peserta, “Ada ndak tips-tips untuk bagaimana ustdzah menjalankan fungsi asasi dan fungsi kontemporer secara beriringan?” (cttn: beliau adalah seorang ibu dengan 8 orang anak, post graduated S3 Airlangga, ketua bidang perempuan PKS) Beliau malah bingung mau jawab apa, dan inti kata beliau, “Saya bersyukur Allah memudahkan untuk kami melakukannya. Salah satu kunci dari semuanya yang yakin saya pegang ada di surat Muhammad ayat 7...” Bahwa ketika kita menolong agama Allah lillah, billah, fillah, yakin! Allah akan menolong kita dan kuatkan pijakan kaki kita.

Allahu Akbar! Memang diri ini penuh kekurangan disana sini, namun ada satu harapan, Allah memberikan punggung yang kuat u mengangkatnya, kaki yang kukuh u menjalaninya, hati yang baja untuk melewatinya. Karena hakikatnya ini (fungsi asasi muslimah) adalah kehendak Allah. ketika diri hebat dalam melaksanakannya, bahwa semata-mata ini adalah pertolonganNya. Dan ketika diri masih tertatih di dalamnya, sesungguhnya kepada dirilah kembali segala kekurangan. Robbana dholamna anfusana waighlam taghfirlana watarhamna lanakunanna minal khosirin

Semoga Allah menguatkan diri u senantiasa menjadi solusi sebagai bentuk kesyukuran kita pada Allah atas nikmat yang tak terhitung ini… Allahu’alam

Rabu, 27 Februari 2013


miaaauuu :P


say, lht ini jadi inget dirimu__Hafsah Kayyisah.


gimana kabar anti sekarang? smoga slalu dalam lindunganNYa


-repost 12April2012-



hujan... menyegarkan

hujan... refitalisasi

hujan... barokah

hujan... waktu mustajabx do'a

Aaasssyyyiiiikkk.... Alhamdulillah ^_^

"Tidaklah kamu melihat bahwa Alloh mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya,, 

kemudian menjadikannya bertindih-tindih. maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan

Allah (juga) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung. maka dilimpahkanNYA (butiran-

butiran) es itu kepada siapa yang dikehendakiNYA dan dipalingkanNYA dari siapa yg dikehendakiNYA.

 Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan." (QS. An-Nur: 43)

Yuk berdo'a & happy fasting yak ^_^

-repost 2April2012-




apa kabar bengkulu?

^_^


karena kau begitu berharga


-repost 7 Januari 2012-

Alhamdulillah, dapat keponakan lagi *hehengaku2inismgemak&bpkxgmarah*
2 mujahid, pemimpin umat yang sholeh dan istiqomah, insyaAllah... Razan Afham Rifai (anak ke 2 dari pak Muhamad Rifai Reza Kabalmay & mb Dwie Umminya Daffa') & mujahid dari jayakarta siapa namax y (anak ke 3 dari mb Meilia Marissa).

Barokallah...
 

-repost 12Juni2011-


Ayesha Fatiyyah Syahidah... suka denga namamu nak, Allahumma aamiin...smg gelar kemenangan dunia dan akhirat engkau raih, seperti salah 1 do'a namamu cinta... apalagi nama Ayesha, rindu dengan mujahidah yang 1 itu, ayah dan bunda Diyah Candra insyaAllah akan menceritakan padamu kelak:) dan insyaAllah kau tutup perjalananmu dengan gelar syahidah. Allahumma aamiin...

jazakumullah khairan jaza'


-repost 4 Juni 2011-

Terpejam atau tidaknya mata, pekak atau tidaknya telinga, terkunci atau tidaknya mulut, tersumbat atau tidaknya hidung, terikat atau tidak tangan dan kaki. Tetap ada permainan menggoda di sekitarnya, terus dan akan terus ada. Merayu, menembus, menjilat-menjilat, menggamit-gamit, menowel-nowel mata yang terpejam, telinga yang pekak, mulut yang terkunci, hidung yang tersumbat, tangan dan kaki yang terikat. Akibatnya mata, telinga, mulut, hidung, tangan dan kaki liar tak terkendali. Jadi buka mata, telinga, mulut, hidung, tangan dan kaki. Buat dia kuat dan dapat bertahan untuk jadi penakluk permainan. insyaAllah.

-repost 27Mei2011-

Menonton carlo, merry, mama tatiana, om abu bakar... Jadi kangen saudara2ku Ismi NazarZubeidah NasarAsni Waode, sari rumakey, iya labanto, mb Dwie Umminya Daffa' (mb logat bcr mb dah mirip lho, biarpun jawane isih krungu^^), Ellya Rochmawati (yg baru 5 bulanan jdi warga manokwari^^), mb ika prabawaningtyas, dan dina fathiya.

Semoga Allah selalu menjaga langkah2 saudaraku:)


-repost 15 Mei 2011-


Go Intifadha!

-repost 14Mei2011-


"Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal saleh, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." 2:277

Ayo Afra! Nikmati Qur'anmu!

-repost 10Mei2011-

Bermanfaat... Bermanfaat... Bermanfaat... ^_^

-repost 10 Mei 2011-

Selasa, 26 Februari 2013



Siapa bilang orang yang ikhlas itu tanpa pamrih? Dia adalah orang yang paling pamrih no 1 sedunia angkasa ^_^. Orang yang paling mengharapkan sesuatu. Bukan dariku dan bukan darimu, apalagi hanya sekadar rupiah, dollar, euro, dirham, atau dinar! Tidak, sama sekali tidak! Mereka mengharapkan yang lebih berharga dari itu semua. Lebih... Lebih... Lebih...

Jangan kau tanya, "Ikhlas nggak ni?" Paling dia hanya akan tersenyum.
Do'akan saja dia, semoga langgeng keikhlasannya ^_^

-repost 3Mei2011-


Nice quote dari blog tetangga^_^

Jika Anda menjadi bagian dari sistem, Anda punya kesempatan besar memelihara dan memperbaiki sistem agar menjadi lebih baik.

Jika Anda menjadi bagian dari luar sistem dan mempunyai tujuan yang sama dengan sistem, mari berlomba dalam kebaikan bukan malah tertawa bahkan menghina.

Namun jika Anda menjadi bagian dari luar sistem serta tujuannya berbeda dengan sistem, mari bekerjasama dengan hal yang disepakati dan bertoleransi dengan hal yang berbeda.

Mari Bekerja Untuk Indonesia

-repost 23April2011-

Inilah salah satu bukti bahwa sebelum 1948, PALESTINA adalah NEGARA MERDEKA!!!


Barisan terdepan itu akan tetap terisi, dengan atau tanpa qt
(wkhanda)

-repost 19April2011-


"Israel tidak menginginkan dia ketika dia masih hidup dan Israel tidak akan memiliki dia ketika dia sudah mati," kata ibunya.

Untukmu calon ibu dan para ibu no 1 sedunia (karena kau punya Allah, Rasul, dan Al-Qur'an)

-------------------------------------

Setelah baca tulisan2x d FB Vittorio Arrigoni dan lht hsl jepretanx ttg palestine, ternyata saya kalah "banyak tahux" dari Vik soal palestine. Ish...ish...ish... harus banyak2 istighfar ini

-repost 19April2011-


Teruntuk semua pejuang dakwah di Skif Al-ahkam Hukum Umy, Skift Almuhandis, Skif Fisipol Umy, Al Kahfi, Al-Jundi, Al-Ghofiqi, @Ibnu Rusyd Fe, dan Jamaah Al-Anhar Umy... SEMANGAT Ya u TK 2 nya... Barokallah...


Semoga TK 2 & SUPER CAMP Sahabat Al Jundi melahirkan mujahid-mujahidah tangguh^_^



Ada sungai-sungai madu, anggur, susu, kemah-kemah, bidadari-bidadari bermata jeli yang menanti insya Allah ^_^

-repost 16April2011-


Cinta... Baru saja ku membuka "your notifications", spy (mata-mata) FB ku karena kubisa melihat siapa berinteraksi dengan siapa, atau siapa pun yang berinteraksi denganku. Aku bisa memesan dengan-nya apa saja yang harus dia laporkan padaku. Kalau ku tak butuh laporannya, gampang..... Cuekin saja, tak usah dibuka. Selesai!
Namun kitab akhiratku bukanlah seperti notifications-ku. Dia tak bisa kuabaikan. Aku juga tak bisa menyuapnya. Dia akan 'berkicau' tanpa ampun, bercerita semuanya, berdasarkan bukti yg tak habis-habis. Sampai ku akhirnya berkata, "Ya, dia benar"
Siapa sebenarnya bosnya? Aku harus mencari yang menguasainya agar berbelas kasih padaku.

-repost 29Maret2011-



Maaf cinta, aku tak mau kau ajak mencari ujung pelangi.
Ku tahu pelangi itu indah. Pelangi juga yang ku tunggu ketika hujan reda.
Karena wujudnya tak selalu ada. Karena kita sering bercerita ada apa kisah di balik pelangi.
Pelangi bagi kita begitu memesona. Tapi apakah kau tahu dimana ujung pelangi itu berada? Karena aku juga tak tahu dimana ujung pelangi itu berada.
Aku tak mau rambutku memutih, punggungku membungkuk, penglihatanku mengabur, dan ingatanku menghilang hanya untuk mencarinya.


-repost 28Maret2011-

Cinta... Panggilan sayang itu mendekatkan hati dan menyuburkan jiwa. Apalagi jika diucapkan kepada keluarga, sesama muslimah, atau pada 'teman' hidup kita. Tapi ketika diucapkan oleh lawan jenis kita (yang belum halal bagi kita), ah.. diri kita terlalu berharga untuk itu semua. Dan kau tahu cinta, ada yang menatap dengan pandangan sangat cemburu padamu, pandangan dari Yang Memiliki Semua Panggilan Sayang.

-repost 28Maret2011-


Cinta... Jagalah bungamu, agar dia sempurna berbunga, agar dia menjelma menjadi buah dan sampai masax u kau dipetik. Malulah pada tangan-tangan kukuh yang menanammu ketika kau masih menjadi bibit, merawatmu sebelum dan sesudah berbunga. Malulah pada sinar matahari yang telah membantumu berfotosintesis. Malulah pada air yang kau serap lewat akarmu. Malulah juga pada tanah yg menahan kokoh berdirimu. Malulah pada lebah dan binatang2 yang membantu penyerbukanmu. Terlebih-lebih malulah pada Allah yg tanpa bayar (tanpa kau harus berbuah dulu dan memberikan padaNYA) sudah menyediakan tangan-tangan kukuh, sinar matahari, air, tanah, lebah untuk mu. 

-repost 27Maret2011-

Setiap yang Halal tidak Memerlukan yang Haram


Hmm... Termenung lama sekali ketika membaca kalimat "Setiap yang halal tidak memerlukan yang haram". Satu kalimat bermakna dalam. Berkelebat, sekadar mampir, atau bahkan menghuni pikiran dan rasa. Tapi semua memiliki makna sama, menghentak jiwa, seperti palu godam lumpuhkan lawan, "WAKE UP!"

Sering sekali toleransi terucap mengatasnamakan kehalalan. Ah, sangat sering bahkan. Abaikan panggilan hati yang gundah rasakan ragu. Padahal tinggalkan keraguan, keyakinan telah menunggu di sisi lainnya.

Atau sering mempersulit padahal ada kemudahan di sebelahnya. Bukankah tinggal di tempat yang menyengsarakan itu pahit, memakan duri itu sakit, dan meminum tuba itu perih. Tapi kenapa, atas nama kemanusiawian tetap katakan inilah aku, jangan pernah Kau atur dan suruh aku. Padahal di sebelah pahit, sakit, dan perih itu sudah ada manis, luas, dan lega yang tersedia.

Tegalrejo, 19 Februari 2012

*salahsaturenunganhasilmembacaartikeldenganjudulyangsamadihasanalbannadotcom*


Surat Cinta Untukmu


Saudara-saudaraku,

Tahukah engkau ttg profil picture yang kupasang di lembaran ini? ku yakin kau mengenalinya :)

Selembar surat berwarna merah jambu, ya surat cinta. Selembar surat cinta untuk kau dan aku, muslimah Indonesia insya Alloh.

Surat cinta dari muslimah Palestina, dititipkan ke Bunda Yoyoh yusroh ketika lawatan beliau bersama anggota dewan qt 2009 lalu.

Seorang Jamilah Al Shanti, muslimah, 3 TO Palestina teratas oleh Zionis-Israel. Dia masih bebas hilir mudik di kota Gaza, berdakwah dan berjihad. Ketika bunda Yoyoh Yusroh bertanya, kenapa masih hilir mudik padahal dia termasuk TO.

Setiap peluru itu mempunyai nama (baca: tujuan), jika Alloh menakdirkan namanya di salah satu peluru, maka akan ada saatnya walau saya bersembunyi dimana pun, begitu pun sebaliknya. Jadi untuk apa saya takut. Begitu inti jawaban lantangnya.

Jamilah Al Shanti, seorang umahat kelahiran 1955 dengan 6 orang anak, istri dari Abdel Azis Ar-Rantisi, sudah berkali-kali keluar masuk camp pelatihan (baca: penjara) Zionis-Israel.

Selamat menikmati ikatan ukhuwah ini saudaraku, semoga Alloh berkenan menjaga kita.

................................................................................................

Bismillahirrahmanirrahim

Saudari-saudariku para muslimah di Indonesia…

Aku sampaikan salam penghormatanku untuk kalian, salam penghormatan Islam yang agung:

Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wa barakatuh,

Amma ba’du…

Kami adalah saudari-saudari muslimah kalian di Palestina. Kami tumbuh di medan ribath dan jihad. Dan kami selalu berusaha untuk berpegang teguh pada agama kami yang agung, serta mendidik anak-anak kami untuk itu. Karena berpegang teguh pada agama Islam adalah (satu-satunya) tali keselamatan, berdasarkan Firman Allah Ta’ala dalam Surah Ali Imran:

“Dan barang siapa yang menginginkan selain Islam sebagai agama, maka itu tidak akan diterima darinya, dan kelak di akhirat ia termasuk orang-orang yang merugi.”

Karena itu, kami selalu berusaha untuk komitmen dengan al-Qur’an dan keislaman kami. Dan seperti itu pula komitmen pemerintahan Islam kami untuk menumbuhkan sebuah generasi yang selalu menjaga Al-Qur’an, serta melahirkan ribuan penghafal Kitabullah di setiap tahunnya.

Dari bumi Palestina,medan ribath ini, kami mengirimkan surat persaudaraan dari lubuk hati yang dipenuhi cinta kepada saudari-saudari kami di Indonesia. Melalui surat ini, kami haturkan rasa terima kasih kepada semuanya atas sikap dan dukungan mereka untuk anak-anak bangsa Palestina kami.

Melalui surat ini juga, kami mendorong mereka untuk selalu mentarbiyah (membina) anak-anak mereka dengan tarbiyah Islamiyah dan komitmen dengan Syariat Allah;

karena dalam itu semua terdapat pembinaan terhadap ruh dan jiwa, serta keteladanan terhadap akhlak Rasul kita yang mulia Shallallahu ‘ALaihi wa Sallam dan para sahabatnya yang mulia. Perhatikanlah sahabat mulia, ‘Abdullah bin ‘Abbas radhiyallahu ‘anhu ketika mengatakan:

“Janganlah seorang dari kalian meminta dari dirinya selain al-Qur’an. Sebab jika ia mencintai al-Qur’an dan mengaguminya, niscaya ia akan mencintai Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Namun jika membenci al-Qur’an, maka ia akan membenci Allah Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.”

Karena itu, siapakah di antara kita yang dapat menerima dirinya atau anak-anaknya menjadi orang yang benci kepada Allah dan Rasul-Nya yang kelak akan memberi syafaat kepada kita di hari kiamat?

Itulah sebabnya, saya membisikkan ke telinga saudara-saudara kami tercinta, kaum muslimin di manapun berada: “Kalian harus terus mempelajari dan menghafalkan Al-Qur’an, serta berpegang teguh dengan ajaran-ajaran Islam. Sebab sesungguhnya siapapun yang menginginkan kemuliaan dengan Islam, niscaya Allah akan memuliakannya. Namun siapa yang mencari kemuliaan dengan selain Islam, niscaya Allah akan menghinakannya.”

Semoga Allah selalu memberikan taufiq-Nya untuk kalian untuk mengikuti apa saja yang dicintai dan diridhai-Nya.

Saudari-saudarimu, para muslimah yang sedang berjihad di bumi Palestina
Gaza, 29/6/2010

-repost 19januari2012-